This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label BBNews. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBNews. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2015

Pemangku Adat harapkan Bona Bulu News : MITRA PELESTARIAN ADAT BUDAYA DAN KESEJARAHAN MADINA

Para Pemangku Adat/Raja Panusunan Madina foto bersama dengan Pangdam I/BB & Ibu usai prosesi Upacara Adat pemberian Marga Nasution dan Gelar Kebangsawanan Adat (27/3) di Sopo Godang Mandailing Natal.
Panyabungan (BBNews)
Pemangku Adat/Raja Panusunan Madina, H.Sutan Parluhutan Nasution, H.Mangaraja Kumala Oloan Nasution dan Sutan Batara Pidoli Nasution yang berkunjung kekantor Redaksi Bona Bulu News baru-baru ini, sangat mengharapkan kehadiran BBNews sebagai media lokal bisa berperan menjadi mitra yang kental dengan para Pemangkut Adat/Raja Panusunan yang ada di Madina dalam upaya pelestarian adat budaya serta penggalian dan pelurusan kesejarahan Mandailing Natal untuk diwariskan kepada generasi muda didaerah ini.
Persoalan mendasar akhir-akhir ini menurut mereka adalah telah terjadinya degradasi moral ditengah-tengah generasi muda kita yang kurang memahami keluhuran etika adat-istiadat dan budaya serta kesejaran Mandailing Natal yang diwariskan para nenek moyang kita, kelunturan moralitas ini salah satu diantaranya adalah disebabkan ketidak mampuan kita membentengi dan memfilter dominasi pengaruh budaya barat melalui kecanggihan teknologi informasi yang saat ini sangat mudah diakses yang tidak sesuai dengan jati diri peradaban kita, sehingga berdampak pula ketidak pedulian generasi muda untuk mau mempelajari adat-budaya dan penggalian kesejarahan kita. Dalam konteks inilah BBNews mereka minta mampu memberikan bagian peran pencerdasan dan edukasi publikasi yang muaranya semakin terlestarikan adat-budaya dan kesejarahan Madina.
Pembangunan Komplek Bagas Godang.
Adanya program Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution,dalam waktu dekat ini akan segera membangun komplek Bagas Godang Mandailing diatas lahan lebih dua hektar diseputar Mangga Tolu-Purba Baru,para tokoh adat ini menyambutnya dengan baik sekaligus memberikan sprit yang luar biasa bagi mereka atas kepedulian yang ditunjukkan pihak Pemda tersebut. ”Obsesi kami dibumi gordang sambilan ini memiliki ikon komplek Bagas Godang akan segera terwujud, dalam hal ini kami siap mendukung sepenuhnya dan berpartisipasi aktif”-tukas mereka bersemangat.
Dalam berbagai pertemuan akhir-akhir ini, Dahlan Hasan selalu menyampaikan pemaparannya dihadapan para Pemangku
Adat/Raja Panusunan se-Kab Madina, bahwa diatas lahan yang akan dija dikan komplek tersebut akan dibangun Bagas Godang, Sopo Godang, Sopo Gordang, Sopo Opuk, Sopo Jago, Perpustakaan, Museum, Musholla, Mess dllnya. ”Kesemuanya itu diperuntukkan disamping sebagai ikon Madina, juga adalah tempat pelatihan prosesi upacara adat (mar-kobar adat), manortor, margordang sambilan, perpustakaan serta museum benda-benda bersejarah dan sentra usaha inovasi kerajinan tangan khas Madina. Juga akan dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata penting di Madina adalah untuk membantu para perantau apabila pulang kampung ada tempat singgah/inap untuk melepaskan kerinduan kampung halaman, umpamanya dari Malaysia, Jakarta dllnya. Ini bukan sekedar wacana, tapi sudah termasuk prioritas yang telah direncanakan matang dan diharapkan tahun 2015 ini juga bangunan fisiknya bisa rampung “ paparnya.
Komplek ini, kata Bupati Dahlan Hasan, juga akas sekaligus dijadikan semacam alun-alun kota Panyabungan sebagai ibukota kabupaten dimana acara-acara resmi pemerintah akan dipusatkan disini, sehingga tidak lagi seperti kondisi selama ini yang masih meminjam pakai/mengkontrak lahan pihak swasta.
Ketika program ini dimintai BBNews tanggapan kepada Ibu Ketua DPRD Madina – Hj. Lely Artati S.Ag (11/05), menyatakan bahwa program Bupati ini sangat bagus dan harus didukung semua pihak. “Kita akan mendorong desain/planningnya sesuai dengan ornament khas adat Mandailing dan segera akan menganggar kannya dalam APBD, karena ini untuk kepentingan percepatan pembangunan di Madina yang kita cintai ini” katanya. (bmp)

Desa Pagur Penghasil Kopi Lima Ton per Minggu

Ilustrasi Kopi Arabica Mandailing
Pagur, (BBNews) Produksi tanaman kopi Mandailing ternyata bukan berbasis di Kecamatan Ulupungkut, tetapi di kawasan Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur juga meraih predikat yang sama dari Desa Pagur 5 ton per Minggu
Beberapa tahun terakhir ini masyarakat di Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membudidayakan kopi Mandailing jenis Arabika dan hasil produksinya saat ini sudah menggiurkan.
Seorang petani kopi Nasir warga Desa Pagur mengatakan, hingga saat ini jumlah petani kopi sudah mencapai 250 orang. Luas lahan sekitar 500 Ha di lokasi kebun warga Aek Gorsing dengan ketinggian rata – rata mencapai 1.230 meter di atas permukaan laut (DPL).
“Alhamdulilah sudah banyak warga yang ikut berkebun kopi arabika atau kata orang kopi ateng, sehingga produksi kopi kering dari Desa Pagur sudah langsung kita kirim ke Kota Medan dengan hasil produksi biasa mencapai 5 ton/minggu dan pada penen puncaknya bisa tembus 8 ton – 10 ton/minggu,” ujarnya.
Dikatakanya, selain tanaman kopi masyarakat juga membuat tanaman holtikultura karena kondisi cuaca dan unsur hara dalam tanah masih subur untuk tanaman tersebut. “Biasanya tanaman kool belum
masanya panen beratnya sudah mencapai 4 kg, begitu juga dengan kacang – kacangan juga tumbuh subur,” ujarnya.
Hanya saja katanya, kendala yang dihadapi mereka masih tetap sama yaitu infrastruktur jalan menuju daerah perkebunan kopi masyarakat. “Kita berharap ada perhatian dari pemerintah untuk melanjutkan jalan yang pernah dirintis beberapa tahun yang lewat,” katanya.
Kasi Perkebunan Dinas Ke-hutanan Perkebunan Madina Ahmad Yasir Lubis SP meng-atakan, prospek pertanaman kebun kopi Mandailing jenis Arabika di Desa Pagur memang bagus. Hal itu terlihat dari kualitas yang masuk nomor satu di kelasnya.
Disaat ini Pemkab Madina sedang menggiatkan pengembangan perkebunan kopi Mandailing, termasuk itu di Desa Pagur. Sebab lokasinya sangat mendukung, apalagi saat ini petani di sana sedang melakukan kerjasama pengiriman ke Batam yang diteruskan ke Singapura. Tentu kita berharap beberapa tahun ke depan kopi Mandailing berasal dari petani Mandailing Natal kembali berjaya di pasar kopi nasional maupun internasional,” katanya.
Bupati Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution dalam percakapan khusus dengan Media Bulu News di rumah dinasnya Senin pekan lalu, menyambut antusias terhadap budidaya tanaman kopi di daerah ini.
Dalam kaitan pembebasan 115 desa dari kawasan hutan, sebahagian akan dialokasiklan untuk budidaya kopi, namun Bupati Madina mengingatkan agar pengelola bubuk kopi menjaga kwalitas sebab citarasa kopi Mandailing Natal sudah terkenal di mancanegara, dalam waktu dekat akan berdiri pabrik pengelolaan bubuk kopi, sehingga dapat meningkatkan ekomoni masyarakat, ujar Bupati Dahlan Hasan. (kanas)